Rabu, 04 Januari 2012

Bayar Pajak Seperti Gak Bayar Pajak !

kali ini blog gue tertuju kepada pemerintah .bukan sok idealist dan bukan juga sok politis .kenapa gue beri nama kaya gitu ?karena kemarin gue baru aja mengalami musibah .yaa bukan musibah yang berat sih emang .tapi nyesek aja .urusannya sama nyawa.

jadi  gini, kemarin sewaktu gue balik kuliah dari Depok, gue melewati Pancoran lalu belok kiri menuju arah Senayan. Gue jalan sama sekali ga ngebut, orang situasi jalan lagi ramai. Paling 50km/jam kira kira kecepatan gue. Saat itu cuaca lagi hujan ringan. Tanpa diketahui didepan ada lobang besar dan dalam. Gubraaaak gubraaaak !!!!!! Motor gue menghantam lobang tersebut. Ya Tuhan, Shock banget rasanya. Alhamdulillah gue ga sampe jatuh. Gue masih bisa mengendalikan motornya. Tapi orang disekeliling gue melihat kearah gue. Miris!! Sebenernya dari kejadian itu yang membuat gue nulis diblog ini adalah rusaknya motor gue. Velg depan dan velg belakang alhasil bengkok. Bagi yang anak motor mungkin tahu kedok, nah kedok itu terlepas dari tempatnya saking dalamnya tuh lobang.

Jadi sempet gue mikir gini, dikota besar seperti Jakarta ini masih aja ada jalannan dengan lubang separah itu, logikanya gimana dengan yang ada didaerah plosok-plosok?? Apalagi kejadian gue itu di Jalan Gatot Subroto yang notabene jalan protokol yang masih sering dilewati para pejabat. Yang masih sering dilewati aja begitu gimana yang enggak dilewati kan? Makin parah aja. Kemana uang pajak kendaraan bermotor yang selama ini dibayar oleh ratusan ribu motor dan ratusan rribu mobil itu?? Sekali lagi KEMANAAA ?!!!! Apa iya dikorupsi? Kan kata SBY "Say No To Korupsi". Berarti kalo gitu wacana hanya tinggal wacana aja yaah. Sadis!! Gue sempet mikir gak akan gue bayar pajak kendaraan lagi, katanya pajak untuk kita semua. tapi apa jalanan dengan lubang dalam kaya gitu aja didiemin. gue yakin juga bukan gue aja korban disana, masih banyak pengendara sepeda motor lainnya. Untuk sekedar informasi aja, jalanan dari Halim menuju Cawang sampai Gatot Subroto menuju S.Parman itu keadaanya sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor. Begitupun arah sebaliknya.

 Sumber Gambar : GOOGLE

Gue harap tulisan gue ini bisa dibaca para "tikus-tikus kecil" digedung terhormat sana. Tapi sih kayanya ga mungkin juga. Mana ada yang mau dengerin perkataan seorang anak kuliahan seperti gue. Orang yang demo didepan "gedung tercinta" itu aja ga digubris sampai berhari-hari. Akhirnya luka ini hanya bisa gue pendam sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar